Tuesday, December 7, 2010

Music: Dari yang Kuno sampai ke Digital

Bagaimana sih cara kamu kalau mau dengerin musik? Setel Mp3 di Handphone? Atau langsung nyalain Ipod? Kebayang engga sih sejarah music sampai bisa jadi seperti sekarang. Kira-kira gimana ya cara orang-orang jaman dahulu dengerin musik. Hmm... di bawah ini adalah sejarah music player seiring jaman. Let's see...


1. Phonograph Cylinder 


Music player yang di ciptakan oleh opa Thomas Edison yang juga penemu bola lampu ini, pertama kali di temukan pada tahun 1877. Cara kerja alat ini adalah dengan memutar pegangan dengan tangan secara manual, suara yang keluar akan terdengar lebih jelas bila di kaitkan dengan trumpet victrola. Walau hanya dapat digunakan untuk merekam dan memutar ulang suara, phonograph cukup populer di jamannya. Namun keberadaannya mulai tergeser dengan semakin terkenalnya piringan hitam pada tahun 1929.



2. Piringan Hitam

Berawal dari Emile Berliner yang menemukan grammophone (pemutar rekaman berbentuk piringan hitam) pada tahun 1887, piringan hitam pun menjadi populer menggeser pendahulunya. Padahal grammophone awalnya di buat untuk mainan anak-anak. Baru pada tahun 1894 grammophone mulai digunakan untuk menjual musik dengan label Berliner Gramphone. Setelah masa patennya berakhir pada tahun 1918 semua label mulai bersaing menjual piringan hitam. Walau sekarang piringan hitam mulai tergantikan kepopulerannya, namun sampai saat ini piringan hitam masih sering di buru oleh beberapa kalangan, entah itu kolektor music maupun para DJ (Disc Jokey).



3. Kaset

Nama kaset diambil dari bahasa Perancis yaitu cassette atau kotak kecil. Mulai di populerkan oleh Philips pada tahun 1963, dan di produksi secara masal pada 1964 di Hanover, Jerman. Kaset sendiri berhasil menggeser keberadaan piringan hitam baru pada tahun 70-an. Karena saat itu kualitas suara kaset belum sebagus piringan hitam. Baru pada tahun 1971, Advent Corporation yang membuat Model 201 membuat kaset menjadi lebih diminati. Hal ini juga yang menjadi cikal bakal music cassette player. Apalagi pada tahun 80-an setelah di perkenalkannya walkman (dari Sony) membuat kaset menjadi pilihan utama pemasaran era 80-an.


4. Compact Disc

Pada tahun 1980-an Philips mulai mempopulerkan CD. Dikembangkan dari teknologi laser dan cakram optik, CD lebih diminati daripada kaset. Selain bentuknya yang simpel, CD juga memiliki suara yang lebih jernih, dan kapasitas memory yang lebih banyak. Diproduksi secara besar-besaran pada tahun 1982, membuat Sony akhirnya meluncurkan Discman sebagai pemutar CD portable dua tahun kemudian. Peluncuran alat ini juga di barengi dengan launching album pertama yang menggunakan CD, yaitu 52nd milik Billy Joel.


5. Digital File

Music digital mulai populer pada tahun 1997, setelah Nullsoft melaunching Winamp. Lagu dalam musik digital pun memiliki banyak format seperti Mp3, WAV, AAC, WMA sampai Midi. Player nya pun beragam mulai dari mp3 player, USB flash Drive hingga Ipod. Itulah kenapa digital file lebih mudah menggeser semua pendahulunya karena selain kualitas copy yang sama dengan masternya, player nya juga lebih praktis dan simple.






 Kira-kira bagaimana ya bentuk pemutar musik 10 tahun kedepan?? Lebih canggihkah? Atau masih di dominasi oleh Digital File? Hm.. inilah tugas kita untuk menemukan musik player yang lebih baik, simple dan menarik.......^^




2 comments:

Blog Sepakbola said...

Mantaps.. terimakasih sudah menulis artikel seperti ini. Menambah wawasan saya tentang musik :-D

Ms. Eve said...

sama-sama... thanks buat komen nya ya,,,

Post a Comment

"Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi - mimpi mereka" - Eleanor Roosevelt

Please leave your Comment, because your Comment is my pleasure ^^

Copyright © 2009- Ms.Eve
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management